MAN Kota Blitar sebagai salah satu Madrasah di Kota Blitar memiliki sejarah yang cukup panjang. Secara garis besar Sejarah MAN Kota Blitar terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. ERA SP-IAIN

ERA Sekolah Persiapan IAIN atau dengan sebutan singkat SP-IAIN, Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar / MAN KOTA BLITAR (nama resmi institusi ini sekarang)  mengalami kemajuan yang sangat pesat seperti yang kita saksikan sekarang adalah bukan dari hasil sim-salabim abagadabra, tetapi telah melewati perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, bahkan onak dan duri telah dilaluinya dengan susah payah namun atas berkat rahmat Allah SWT. serta didasari dengan ketulusan dan kegigihan para pendiri akhirnya berhasil dengan selamat apa yang dicita-citakannya.

MAN Kota Blitar yang merupakan pengembangan sebuah ide agung dari Almarhum Bapak K.H.Thohir Widjaja (tokoh Ponpes Kunir) yang pada saat itu menjabat sebagai ketua GUPPI Daerah Tingkat II Blitar bersama teman dekat beliau  Bapak Affandi Idhar sebagai Kepala Pendidikan  Agama Tk.II Blitar, ide tersebut berupa pendirian sebuah MADRASAH yang dimulai sejak tahun 1970. beliau mulai menggalang kerjasama yang erat dengan beberapa tokoh islam yang lain guna mewujudkan gagasan berlian tersebut.

Maka di awal tahun 1970 muncullah satu-satunya Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Islam di Kota Blitar tepatnya pada tanggal 12 Mei 1970 sekolah itu dinegerikan dengan nama Sekolah Persiapan Institut Agama Islam Negeri yang di singkat SP- IAIN. Sekolah tersebut untuk sementara mengambil tempat di Kampus SPG Negeri Blitar (sekarang UPP-PGSD kampus III Malang di Blitar) dengan kepala sekolah yang pertama Drs.Mukarom Muslimin.

Sesuai dengan namanya, berdirinya SP-IAIN antara lain dimaksudkan agar para siswa dapat mempersiapkan diri menuju jenjang perguruan tinggi berikutnya khususnya IAIN (sekarang ada yang bernama Universitas Islam Negeri/ UIN).

Mereka yang berjasa bagi MAN Kota Blitar sepantasnyalah penghargaan setinggi-tingginya dipersembahkan kepada beliau para pendiri madrasah ini yang pada saat itu menjabat sebagai:

  1. Penasehat K.H. Zahid Syafi’ie (al marhum)
  2. Ketua K.H. Thohir Widjaja (al marhum)
  3. Sekretaris K.H. Masykur Efendi (al marhum)
  4. Wk.Ketua Affandi Idhar
  5. Bendahara Suwoto
  6. Anggota H.Ali Muksin (al marhum)
  7. Anggota Suprio
  8. Anggota Drs.Mukarom Muslimin
  9. Anggota Sukaryadi
  10. Anggota Drs.Marsudi (al marhum)
  11. Anggota Moh.Talkah (al marhum)
  12. Anggota Supandi (al marhum)

Dengan segala daya dan upaya SP-IAIN yang masih baru lahir telah mampu memanfaatkan secara tepat fasilitas yang ala kadarnya untuk kemudian sebagai ujung tombak  sejarah tegak berdirinya madrasah yang unggul dikelak kemudian hari.

Sejak kepindahan SP-IAIN dari lokasi SPG Negeri (sekarang UPP-PGSD kampus III Malang di Blitar) menuju ke Jln. Tanjung no.1 yaitu sebuah Gedung milik Persatuan Cina (Sekolah Conghwa conghwi) dengan diberi status hak guna pakai  SP-IAIN mulai menapak dunia persekolahan sebagaimana layaknya. Guru dan karyawan yang semuanya berstatus honorer setahap demi setahap sudah di negerikan, selain pula mendapatkan beberapa tambahan guru negeri dari pemerintah.

Jabatan penting yang diduduki bapak dan ibu yang sebagian besar masih merangkap dengan jabatan lain di luar SP-IAIN mulai ditata dan disempurnakan, seperti mulai bulan desember  1975 direktur sekolah yang semula dijabat oleh Drs.Mukarom Muslimin diserahterimakan kepada Mu’ad Rachman Widjaya, BA. (title saat itu) hal itu disebabkan Bapak Mukarom Muslimin pada saat itu masih berstatus sebagai dosen IAIN Kediri (sekarang STAIN Kediri).

Pada awal perkembangannya jumlah siswa sudah menunjukkan bahwa SP-IAIN merupakan sekolah yang diminati umat islam, hal ini bisa dimaklumi dan dimengerti karena SP-IAIN merupakan SLTA yang bercirikan agama islam  satu-satunya di Kota Blitar, terlebih lagi SP-IAIN mampu menjembatani aspirasi mereka yang berkeinginan meneruskan studinya ke jenjang perguruan yang lebih tinggi yakni IAIN.

     2. ERA MAN

Kini era baru itu telah hadir, MAN Blitar saat itu, berikut berganti MAN Kodya Blitar dan kini MAN KOTA BLITAR secara formal berdiri dan disyahkan dengan ditandatanganinya Prasasti oleh Menteri Agama RI Bapak H.Munawir Sadzali MA. Sedangkan resmi berdirinya MAN Blitar atas kesepakatan dari sebagian pendiri madrasah ini, maka diambil dari mulai penegerian SP.IAIN tanggal, 12 Mei 1970 akhirnya resmi sebagai tanggal, bulan dan tahun berdirinya MAN KOTA BLITAR.

Pada tahun pelajaran 1979/1980 setelah SP-IAIN berhasil mengayunkan langkahnya selama tujuh tahun, animo masyarakat untuk menimba ilmu di dalamnya menurun tajam, hingga terbukti dan tercatat pada tahun 1978 siswa kelas III berjumlah hanya 4 (empat) orang siswa saja. Menurut hasil penelitian dan pengamatan penyebab turunnya animo masyarakat terhadap sekolah SP-IAIN diketahui ada dua faktor:  yang pertama mereka menganggap SP-IAIN bukan sebagai SLTA melainkan sekolah setingkat perguruan tinggi, kedua kalaupun ada yang paham bahwa SP.IAIN adalah sebuah SLTA, tapi ruang lingkup tamatan SP.IAIN kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya  sangat sempit dan terbatas yaitu hanya ke IAIN saja.

Baru setelah turunnya Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 17 tahun 1978 tentang perubahan nama dari SP.IAIN menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) minat masyarakat ke sekolah tersebut semarak kembali dan bahkan secara fenomenal meningkat.

Untuk mengantisipasi lajunya jumlah siswa yang terbilang dramatis ditambah lagi adanya tuntutan kemajuan pembangunan yang terus meningkat sangat pesat, maka kepala sekolah beserta para guru dan karyawannya didukung masyarakat di sekitarnya MAN Blitar berhasil keluar dan lulus dari cobaan dan rintangan, sehingga tercatat mulai tahun pelajaran 1983/ 1984 MAN Blitar mulai menempati gedung sendiri di jalan jati gang X (Jln. Jati 78 sekarang) Sukorejo Blitar sampai sekarang.

MAN Kota Blitar sekarang – sempat beberapa kali berubah-ubah nama- dari MAN Blitar menjadi MAN Kodya Blitar, akhirnya menjadi MAN Kota Blitar sampai sekarang, dan hingga saat ini MAN Kota Blitar telah enam kali berganti pejabat Kepala Madrasah yang telah berhasil memimpin dan membawa MAN seperti sekarang, beliau adalah:

  1. Mukarom Muslimin                          periode SP.IAIN
  2. H.Mu’ad Rachman Widjaja             1975 – 1989
  3. Muhadi                                                 1989 – 1996
  4. H. Shiddiq Ghozaly                           1996 – 1997
  5. Masturi, BA.                                        1997 – 2003
  6. H.Hasyim As’ari, M.Pd.                   2003 – 2009
  7. H. Shiddiq Ghozaly                           2009 – 2011
  8. H. Khusnul Khuluk, M.Pd.              2011 – 2016
  9. Drs. P. Slamet Waluyo, M.Pd.I.      2016 – sekarang