Mengapa Pria Sebaiknya Tidak Kencing Sambil Berdiri

Oleh: Aulia Adam – 4 Juli 2017

Baca selengkapnya di artikel “Mengapa Pria Sebaiknya Tidak Kencing Sambil Berdiri”, https://tirto.id/crUg

Ginanjar pernah terlibat perdebatan yang biasanya dialami remaja-remaja pria: lebih baik kencing berdiri atau kencing duduk? “Aku dulu kencing berdiri. Rasanya aneh saja kalau mesti kencing jongkok atau duduk di jamban,” kenangnya. Kebanyakan kawan-kawannya juga berpikiran sama. Bahkan beberapa kawannya yang lain menganggap kencing jongkok atau duduk akan melunturkan kualitas kejantanan mereka. “Ada yang bilang gini: yang kencing jongkok mending potong aja,” Ginanjar menirukan omongan kawannya. Tapi, satu-dua kawan lain berpendapat beda. Menurut mereka, kencing tak seharusnya berdiri. “Mereka lebih bawa-bawa (argumen) agama, sih. Karena di Islam, kan, dianjurkan untuk kencing jongkok,” kata Ginanjar. Supaya najis yang ada di air seni tak menyebar atau terpercik ke mana-mana. Ginanjar sendiri sekarang mengaku lebih sering kencing duduk. Ia sempat membaca bahwa posisi saat kencing berpengaruh pada kesehatan tubuh pria. Ketika jalan-jalan di mal, misalnya, Ginanjar mengaku akan lebih memilih mengantre bilik yang ada jambannya, ketimbang kloset khusus pria yang memang disediakan untuk kencing. Kebiasaan baru Ginanjar ini memang tepat. Menurut peneliti departemen urologi di Leiden University Medical Center di Belanda, kencing berdiri berpengaruh terhadap kesehatan prostat pria. Mereka mengumpulkan dan menganalisis sebelas studi untuk membandingkan efek kencing duduk versus berdiri. Penelitian itu mengerucut pada tiga kunci yang menjadi parameter urodinamik yang erat kaitannya dengan kesehatan prostat pria. Tiga hal itu di antaranya: laju alir maksimum urin, waktu buang air kecil, dan volume post-void (jumlah urin yang tersisa di kandung kemih). Hasil meta-analisis mereka menunjukkan, pria dengan jalur urin lebih rendah (LUTS) alias yang terbiasa kencing duduk, mampu mengosongkan kandung kemihnya sampai tuntas. Dalam studi itu, pria dengan LUTS meninggalkan lebih sedikit 25 milimeter urin di kandung kemih mereka, dan punya waktu kencing lebih sebentar, rata-rata 0,62 detik, ketimbang kencing berdiri.

Baca selengkapnya di artikel “Mengapa Pria Sebaiknya Tidak Kencing Sambil Berdiri”, https://tirto.id/crUg