Sosok mahar dan lintang dalam diri Mbah Komari

Oleh : Nanang Zainal Arifin

Bagi alumni Man Kota Blitar terutama dari Jurusan IPA sosok Mbah Komari bukan suatu yang asing. Beliau bisa menjelaskan materi Fisika yang rumit menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan menyenangkan. Kedekatanku dengan Mbah Komari ketika menjadi siswa di Man Kodya Blitar , karena beliau adalah Wali Kelas saya di kelas 3 IPA 2. Sekaligus beliau menjadi guru di LBB Ipiems yang saya ikuti.

Selanjutnya ketika saya dinyatakan diterima UMPTN di Universitas Jember guru yang saya kunjungi adalah Mbah Drs KH Shidiq Ghozali selaku Kepala Sekolah dan Mbah Drs Komari selaku Wali Kelas. Kalau Mbah Shidiq berpesan agar saya mondok sambil kuliah di Unej sedangkan mbah Komari berpesan baca Ayat Kursi 70 kali sebelum tidur. Anehnya kedua guruku tersebut mendapatkan panggilan Tuhan Yang terahir dalam waktu yang berdekatan.

Ketika lulus dari Unej saya diberi kesempatan untuk mendarma baktikan ilmu yang kuperoleh di Man Kota Blitar disitu saya diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan Mbah Komari sebagai sesama guru . Ketika  sama sama berprofesi menjadi guru,  saya menjadikan beliau sebagai Guru Spiritual karena berbagai masalah yang aku hadapi selalu kukonsultasikan dengan guru Fisika tersebut,  dan kadang kadang saya minta doanya agar lepas dari berbagai persoalan kehidupan .

Membaca Postingan FB seorang kawan alumni Man Kota Blitar   sahabat Zainal Fanani bahwa Mbah Komari diibaratkan sosok Sir Isac  Einsten yang ada di Man Kota Blitar,  Pengalaman saya ketika menjadi muridnya dikelas 3 IPA 2 dalam  pembelajaran Fisika ,  beliau tidak pernah bawa buku dan Kalkulator tapi dalam berhitung beliau tidak kalah dengan muridnya yang memakai Kalkulator. Hal itu mengingatkan saya pada sosok Lintang dalam novel dan filem berjudul “ Laskar Pelangi “.

 

Di Novel tersebut yang merupakan kisah nyata penulisnya Andrea Hirata diceritakan sosok jenius Lintang juara matematika yang disebut kalkulator berjalan. Ketika diberi soal Fisika cukup memejamkan mata maka dia langsung bisa menjawabnya tampa memakai kertas pensik dan kalkulator. Menurut teori psikologi Lintang adalah anak yang lebih  menonjol otak kirinya yang mampu memikirkan hal hal yang analitis dan Matematis.

Tapi pengalaman saya bergaul dengan beliau adalah sosok yang mahir bermaian music, dan pandai bernyanyi bahkan dalam bidang seni mbah Komari piawai untuk menciptakan pentas Seni wayang Orang kebetulan saya terlibat didalamnya. Bahkan beliau pernah dilibatkan menjadi Juri lomba music antar SMP dan MTS berdampingan dengan praktisi seni music. Beliau seperti sosok Mahar dalam filem lascar Pelangi yang pandai berimajinasi, suka music dan pernah mengsutradarai teman temannya di SMP Muhamadiyah Belitong  mementaskan Tarian Afrika dan lewat tarian itu untuk pertama kali SMP yang hampir bubar tersebut menjuarai lomba karnaval di kecamatannya.

 

Dalam teori Psikologi Mahar adalah anak yang menonjol otak kanannya  yaitu otak untuk memproses kreatifitas untuk berimajinasi dan berfikir tentang seni. Karena itu dapat dikatakan sosok Mbah Komari adalah manusia yang punya kemampuan otak kanan dan kiri yang seimbang. Sehingga beliau menjadi guru yang cerdas dan pintar bersosialisasi dengan orang lain. Karena itu kabar meninggalnya beliau membuat seluruh keluarga besar Man Kota Blitar dan alumni merasa kehilangan sosok yang sangat di cintainya. Akhir kata selamat tinggal Mbah Komari semoga kita kelak  dikumpulkan oleh Allah SWT bersama jenengan di Surga.

  • Penulis adalah murid perwalian Mbah Komari di Kelas 3 IPA 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar